Keterkaitan Al-Quran dan Hadis dalam Islam

3–4 minutes

Sebagai seorang muslim, Al-Quran dan Hadist selalu menjadi bagian dari kehidupan kita. Keduanya sebagai sumber utama syariat Islam. Oleh karena itu penting bagi kita untuk memahami keterkaitan keduanya.

Al-Quran adalah firman Allah, yang disampaikan melalui perantara malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam, sebagai petunjuk bagi umat Islam. Ia adalah mukjizat yang terbesar yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad. 

Allah menjamin keaslian Al-Quran, sebagaimana firmanNya:

 اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَاِنَّا لَهٗ لَحٰفِظُوْنَ

“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya.” (Q.S Al-Hijr: 9)

Al-Quran adalah kalam paling indah, tidak ada satupun manusia yang bisa membuat yang semisal dengan Al-Quran.

قُلْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الْإِنْسُ وَالْجِنُّ عَلَىٰ أَنْ يَأْتُوا بِمِثْلِ هَٰذَا الْقُرْآنِ لَا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا

“Katakanlah: “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al-Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain””. (Q.S. Al-Isra: 88).

Oleh karena itu, Al-Quran menjadi sumber utama dalam beragama karena ia adalah kalamullah, firmanNya yang agung dan mulia. Di sisi lain, hadis adalah segala perkataan, perbuatan, persetujuan, maupun akhlak dan sifat yang ditinggalkan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam.

hadis dan Al-Quran adalah dua peninggalan yang ditinggalkan oleh Nabi Muhammad ﷺ untuk umatnya agar tidak tersesat dengan berpegang pada keduanya, sebagaimana sabdanya;

تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ

“Aku telah meninggalkan kepadamu dua perkara yang menjadikan kamu tidak akan pernah tersesat selama berpegang kepada keduanya: Kitabullah (Al-Quran) dan Sunnah Nabi-Nya.”

Keduanya tidak bisa dipisahkan. Keduanya saling melengkapi satu sama lain, maka kita tidak bisa memisahkan keduanya atau menerima salah satunya dan menolak yang lainnya. 

Dari Miqdam bin Ma’dikarib Radhiyallahu ‘Anhu, dari Rasulullah ﷺ; Bahwasannya beliau bersabda:

“Ketahuilah! Sungguh, telah diberikan kepadaku al-Kitab serta yang sepertinya bersamanya. Ketahuilah! Sudah dekat waktunya akan datang orang yang gemuk badannya yang bersandar di atas peraduannya, lalu dia mengucapkan: ‘Hendaklah kamu berpegang dengan al Quran saja! Apa-apa yang kamu dapati dalam al-Qur’an dari (perkara) yang halal, maka halalkanlah. Dan, apa-apa yang kamu dapati dalam al-Qur’an dari (perkara) yang haram, maka haramkanlah…”

Dari hadis diatas Rasulullah menjelaskan tentang hari dimana akan datang seseorang yang hanya menerima satu dari dua sumber hukum dalam Islam yaitu Al-Quran dan menolak yang lainnya yaitu hadis. 

Nabi menceritakan orang itu gemuk badannya dan bersandar di atas peraduannya. Maksudnya adalah orang itu malas menuntut ilmu, dia hanya bermalas-malasan dan menerima ilmu apapun yang dia dapatkan tanpa mencari kebenarannya dan dia berbangga-bangga akan hal itu.

Padahal, hukum Islam tidak hanya datang dari Al-Quran melainkan juga dari Sunnah Nabi (hadis). Dalam Al-Quran Allah berfirman;

مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ

“Barang siapa menaati Rasul, sesungguhnya ia telah menaati Allah.” (QS An-Nisa: 80). 

Jadi, bagaimana bisa seorang yang membaca Al-Quran, mengingkari hadis Rasulullah ﷺ, sementara Al-Quran jelas-jelas memerintahkan untuk taat kepada Rasulullah ﷺ. Maka, sungguh celakalah orang yang menolak hadis Rasulullah ﷺ. 

Imam Ahmad Rahimahullah pernah berkata; “Barang siapa menolak hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka dia telah berada dalam jurang kebinasaan.”

Al-Quran dan hadis memiliki hubungan yang tidak bisa dipisahkan. Salah satu metode penafsiran ayat Al-Quran adalah dengan hadis Nabi ﷺ. Karena secara umum, hadis lebih lengkap, jelas, dan detail. Maka, banyak hukum di dalam islam yang diperintahkan di dalam Al-Quran tetapi dijelaskan tata caranya melalui hadis.

Sebagai contoh, di dalam Al-Quran terdapat perintah untuk mendirikan shalat dan membayarkan zakat. Tapi, tata cara shalat, dari mulai syarat, rukun, wajib, dan sunnahnya dijelaskan dalam hadis. Sama halnya dengan zakat. Allah menurunkan ayat berkenaan dengan perintah zakat di Al-Quran. Tetapi, penjelasan tentang nishob dan kadar zakat dijelaskan melalui hadis. 

Dari sana kita bisa menyimpulkan ikatan erat antara Al-Quran dan Hadis, keduanya sebagai sumber beragama yang tak bisa dipisahkan. Keduanya membentuk pemahaman islam yang utuh dan sempurna. Maka, siapa saja yang berpegang teguh kepada keduanya, ia akan selalu berada di jalan yang benar.


Baca juga

0

Komentar

Leave a Reply

Discover more from Tafakkur Media

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading